Ribuan Bunga Langka Bisa Punah

on Sabtu, 10 Juli 2010


Sabtu, 10 Juli 2010 | 10:59 WIB


KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ ilustrasi
KOMPAS.com — Menurut hasil penelitian terbaru, ribuan spesies tanaman bunga langka di seluruh dunia mungkin akan punah sebelum para ilmuwan dapat menemukan mereka.


Penelitian bersama oleh para ilmuwan Inggris dan Amerika mencatat hilangnya habitat dan perubahan iklim sebagai ancaman bagi semua spesies tersebut.


Mereka menggunakan metode baru guna melengkapi perkiraan mengenai jumlah semua spesies tanaman bunga, dan memperhitungkan berapa banyak di antara spesies itu yang masih belum terungkap.
Temuan mereka dimuat para Rabu (7/7/2010) di jurnal Proceedings of the Royal Society B. "Para ilmuwan telah memperkirakan bahwa secara keseluruhan, terdapat antara 5 juta dan 50 juta spesies. Namun, yang ditemukan saat ini baru kurang dari dua juta spesies," kata penulis utama penelitian tersebut, Lucas Joppa, dari Microsoft Research di Cambridge, Inggris. Ia menerima gelar doktor dari Duke University awal tahun ini.

Berdasarkan data dari World Checklist of Selected Plant Families at the Royal Botanic Gardens, Inggris, yang tersedia dalam jaringan, para ilmuwan memperhitungkan bahwa ada antara 10 dan 20 persen lebih spesies tanaman bunga yang belum ditemukan dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Menurut para peneliti itu, antara 27 dan 33 persen dari semua tanaman bunga diperkirakan akan terancam punah jika melihat bahwa jumlah spesies yang saat ini diketahui terancam dan sejumlah spesies belum ditemukan.

"Tahun 2010 adalah Tahun Keragaman Hayati Internasional. Kami menulis dokumen ini untuk membantu menjawab pertanyaan nyata: berapa banyak keragaman hayati yang ada di luar sana? dan kita akan kehilangan berapa banyak spesies bahkan sebelum mereka ditemukan?" kata penulis bersama penelitian tersebut, Stuart Pimm, Profesor of Conservation Ecology Doris Duke di Duke’s Nicholas School of the Environment.

Temuan itu memiliki "dampak pelestarian yang sangat besar karena setiap spesies yang tak dikenal tampaknya sangat langka dan terancam," kata Joppa.

0 komentar:

Posting Komentar